Kadang perbedaan bukan soal iman, tapi soal lidah manusia yang menafsirkan surga dengan bahasa masing-masing.
Mungkin tenologi kuno yang hilang tidak pernah benar-benar lenyap — hanya menunggu manusia modern berhenti sombong, dan kembali belajar mendengar suara batu.

Got a Questions?
Find us on Socials or Contact us and we’ll get back to you as soon as possible.