Setiap donasi adalah doa yang bekerja. Mari bergerak bersama menjaga bumi, menolong sesama, dan menumbuhkan harapan. Karena iman sejati bukan hanya dirasakan-tapi diwujudkan dalam aksi.
Agama, Demokrasi, Kemakmuran
Setiap donasi adalah doa yang bekerja. Mari bergerak bersama menjaga bumi, menolong sesama, dan menumbuhkan harapan. Karena iman sejati bukan hanya dirasakan-tapi diwujudkan dalam aksi.
Bendera biru putih yang teriak paling kencang di X kadang bukan dari Tel Aviv, tapi dari kamar kos di New Delhi.
Di balik jilbab dua ribuan, ada cerita tentang lapangan usaha yang makin miring dan kampung yang pelan-pelan kehabisan napas.
Thrifting sering dijual sebagai gaya hidup hijau. Tapi ketika kontainer baju bekas impor ikut masuk, kita masih bicara solusi, atau cuma ganti wajah masalah?
Kita begitu sibuk mengejar surga, sampai lupa belajar agama dan moral sosial.
Setiap kehidupan membawa akhir, tapi tak ada yang tahu kapan ia datang. Mungkin, tanda-tandanya sudah lebih dulu berbisik di tubuh dan waktu.
Ajaran Syekh Siti Jenar mengingatkan: mencari Tuhan bukan lewat langit, tapi lewat rasa yang telah lama bersemayam di dalam diri.
Kadang perbedaan bukan soal iman, tapi soal lidah manusia yang menafsirkan surga dengan bahasa masing-masing.
Kadang yang kita kira berbeda, ternyata berakar dari pohon yang sama — hanya tumbuh di arah yang lain.
Kebebasan berpikir seharusnya melahirkan iman yang matang, bukan dianggap ancaman bagi mereka yang takut kehilangan kendali.
Islam tumbuh karena mau belajar, bukan karena menutup diri. Tapi kini, lewat fatwa yang salah arah, sebagian ulama justru lupa bahwa iman yang kuat tak pernah takut pada perbedaan.
Kita terlalu lama diajarkan bahwa konflik Palestina–Israel adalah perang agama. Padahal, sejarah mencatatnya sebagai pertarungan politik, wilayah, dan tafsir kebenaran yang terlanjur disucikan.
Zionisme bukan sekadar politik, ia adalah ideologi kekuasaan yang menukar iman dengan kekerasan, dan menjadikan kemanusiaan sebagai korban.
Kadang, revolusi pendidikan nggak butuh kurikulum baru — cukup dari sepiring makan siang bergizi di sekolah.
Gunung bukan tempat untuk menaklukkan, tapi untuk dipahami. Dan perlengkapanmu adalah cara paling sederhana untuk menghormatinya.
Mungkin tenologi kuno yang hilang tidak pernah benar-benar lenyap — hanya menunggu manusia modern berhenti sombong, dan kembali belajar mendengar suara batu.
Dari simbol ibadah menjadi lambang nasionalisme, peci membawa cerita panjang tentang identitas dan keberanian menjadi Indonesia.