Kalau Anda sedang mencari profil profesional yang penuh gelar, jabatan, dan pencapaian, mungkin Anda akan sedikit kecewa. Saya percaya seseorang lebih mudah dikenali dari cara berpikirnya daripada daftar panjang yang tertulis di kartu nama.

Saya seorang arsitek, ayah dari tiga putri, dan seseorang yang percaya bahwa gagasan besar sering lahir dari percakapan kecil.
RullySyumanda.id saya bangun bukan sebagai website bisnis, organisasi, klinik, atau media berita. Website ini adalah rumah bagi berbagai kegelisahan, pertanyaan, dan pemikiran saya tentang Indonesia. Tempat saya mencoba memahami banyak hal yang sering kita anggap biasa tanpa pernah benar-benar mempertanyakannya.
Saya selalu tertarik pada hubungan antara agama, demokrasi, dan kemakmuran. Bagi saya, ketiganya bukan topik yang berdiri sendiri. Ketiganya saling memengaruhi dan membentuk kehidupan kita sehari-hari. Agama memberi arah moral, demokrasi menentukan bagaimana keputusan dibuat, dan kemakmuran menjadi ukuran apakah kehidupan manusia benar-benar menjadi lebih baik.
Karena itulah Anda akan menemukan beragam topik di website ini. Kadang saya menulis tentang masjid, zakat, atau kehidupan beragama. Di waktu lain saya menulis tentang harga beras, kota, pendidikan, teknologi, kecerdasan buatan, perubahan iklim, atau masa depan pekerjaan. Topiknya bisa berubah, tetapi pertanyaan yang ingin saya jawab biasanya tetap sama:
Apakah semua itu membuat manusia hidup lebih baik?
Perjalanan saya di dunia digital dimulai sekitar tahun 2005. Saat itu, di sela aktivitas sebagai forest campaigner di salah satu organisasi lingkungan terbesar di Indonesia, saya mulai belajar web design, graphic design, dan social media marketing secara otodidak. Rasa penasaran membawa saya masuk ke dunia teknologi, komunikasi, dan media digital yang terus berkembang hingga hari ini.
Dunia arsitektur mengajarkan saya tentang struktur, keteraturan, dan logika. Dunia kampanye sosial mengajarkan saya tentang empati, ketimpangan, dan kenyataan yang sering tidak sesederhana teori. Dari sanalah saya belajar bahwa membangun website sebenarnya tidak jauh berbeda dengan merancang sebuah ruang. Keduanya harus memiliki tujuan, memberikan manfaat, dan membuat orang betah berada di dalamnya.
Dalam perjalanan hidup, saya juga pernah mengelola beberapa website yang membahas kopi, kuliner, pertanian, dan perkebunan. Sebagian besar akhirnya harus berhenti, bukan karena kehilangan minat, tetapi karena realitas biaya dan waktu yang tidak selalu sejalan dengan idealisme. Salah satu yang masih saya pertahankan adalah website yang membahas perubahan iklim, sebuah isu yang menurut saya akan banyak menentukan wajah Indonesia di masa depan.
Saat ini saya juga terlibat dalam pengelolaan sebuah klinik di Depok yang berfokus pada pendekatan kesehatan regeneratif dan autoimun. Di saat yang sama, saya aktif dalam kegiatan sosial melalui organisasi yang berbasis di Bandung. Kedua pengalaman itu mempertemukan saya dengan banyak cerita manusia, mulai dari persoalan kesehatan, pendidikan, kemiskinan, hingga harapan tentang masa depan yang lebih baik.
Namun jujur saja, website ini bukan tentang pekerjaan saya.
Website ini lebih banyak berisi pertanyaan daripada jawaban.
Saya tidak menulis untuk memenangkan perdebatan. Saya juga tidak menulis karena merasa paling tahu. Saya menulis karena percaya bahwa masyarakat yang sehat membutuhkan ruang untuk berpikir, mempertanyakan, dan berdialog tanpa harus selalu memilih kubu.
Kalau ada benang merah dari seluruh tulisan di sini, mungkin itu adalah upaya memahami Indonesia dari sudut yang sedikit berbeda. Kadang sejalan dengan pendapat umum, kadang berseberangan, tetapi selalu berusaha jujur pada apa yang saya lihat, baca, dan renungkan.
Jadi, anggap saja website ini seperti ruang tamu sederhana. Kita mungkin tidak selalu sepakat, tetapi saya berharap setiap tulisan di sini bisa menjadi awal dari percakapan yang lebih panjang.
Selamat membaca.
Semoga Anda menemukan sesuatu yang bukan hanya bisa dibaca, tetapi juga layak direnungkan.