Kita terlalu lama diajarkan bahwa konflik Palestina–Israel adalah perang agama. Padahal, sejarah mencatatnya sebagai pertarungan politik, wilayah, dan tafsir kebenaran yang terlanjur disucikan.
Islam tumbuh karena mau belajar, bukan karena menutup diri. Tapi kini, lewat fatwa yang salah arah, sebagian ulama justru lupa bahwa iman yang kuat tak pernah takut pada perbedaan.
Barangkali yang mati bukan Tuhan, tapi cinta kita yang digantikan oleh rasa takut.
Gunung bukan tempat untuk menaklukkan, tapi untuk dipahami. Dan perlengkapanmu adalah cara paling sederhana untuk menghormatinya.
Kita lahir di masa mesin ketik masih berdenting dan kini mengetik di layar sentuh. Mungkin benar, generasi unggul hanya sekali muncul.













Sosial Media Saya