Dampak Pembakaran Hutan, Asap yang Menguras Kekayaan Negeri

Pembakaran hutan sering dianggap selesai ketika api padam. Padahal, saat api berhenti, tagihannya baru mulai terasa.

Asap mengganggu pekerjaan, membuat usaha kehilangan pelanggan, menghentikan transportasi, mengganggu sekolah, dan meningkatkan biaya kesehatan. Pada 2015, Bank Dunia memperkirakan kebakaran hutan menyebabkan kerugian ekonomi sedikitnya Rp221 triliun, setara sekitar 1,9 persen PDB Indonesia.

Angka itu bukan berarti negara kehilangan Rp221 triliun dari kasnya. Ini adalah gambaran luas tentang biaya yang harus ditanggung masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

Ada penghasilan yang hilang karena orang tidak bisa bekerja. Ada biaya pemadaman dan pemulihan. Ada aktivitas perdagangan dan pariwisata yang terhenti. Ada pula dampak kesehatan serta pendidikan yang sulit dihitung sepenuhnya.

Inilah mengapa pembakaran hutan bukan sekadar persoalan lingkungan. Ini persoalan ekonomi dan keadilan.

Jika seluruh biaya tersebut dihitung, masihkah pembakaran bisa disebut sebagai cara murah membuka lahan?

Karena mencegah kebakaran bukan hanya menjaga hutan, tetapi juga melindungi kehidupan dan ekonomi masyarakat.

Kopo, Agustus 2026