Sejarah kopi dan Islam adalah cerita tentang iman, ilmu, dan aroma yang membuat manusia terus terjaga.
Jilbab, kesalehan, dan persepsi moral sering berjalin di permukaan, padahal yang sejati tumbuh di dalam hati.
Para ulama dulu berbeda tanpa saling meniadakan. Tapi kini, perbedaan ulama dalam Islam justru berubah jadi bahan caci dan alat kebencian.
Para imam besar dalam sejarah Islam saling berbeda pendapat, tapi tetap bersaudara. Dari perbedaan mazhab dalam Islam, kita belajar tentang keluasan cinta dan adab berpikir.
Kita sering mengira hijab lahir dari ajaran agama. Tapi sejarah ternyata lebih tua dari iman—dan kadang, iman justru belajar dari budaya.
Ketika kita menelusuri akar sejarah, jilbab sebagai produk budaya bukan sekadar kain di kepala, tapi cermin cara manusia menafsirkan kesopanan.
Kita terlalu lama diajarkan bahwa konflik Palestina–Israel adalah perang agama. Padahal, sejarah mencatatnya sebagai pertarungan politik, wilayah, dan tafsir kebenaran yang terlanjur disucikan.














Sosial Media Saya